Rasional tanpa menjadi Liberal

KategoriBuku Insists
Stok ready
KodeRTML
Di lihat243 kali
Berat(/pcs)0.5 Kg
Harga Rp 90.000 100.000
Anda Hemat Rp 10.000 (10.00%)
Beli Sekarang
(021) 7940381 082260358484

Detail Produk Rasional tanpa menjadi Liberal

Hard cover, 14,5 x 21,5 cm
Kertas HVS, 408 halaman
===
Kalangan akademisi sekuler menuduh para cendekiawan Muslim yang tidak sependapat dengan ide liberal sebagai menyucikan pemikiran keagamaan (taqdīs al-afkār ad-dīnī). Padahal pada saat yang sama, mereka sendiri mengimpor pemikiran Barat tanpa proses keilmuan memadai, menganggapnya tanpa cacat, bahkan pada level tertentu: menyucikannya (!) Sehingga tidak berlebihan jika kita juga menyebut mereka sebagai menyucikan pemikiran Barat (taqdīs al-afkār al-gharbī). Mereka ‘merayakan’ liberalisasi sebagai jalan menuju kemerdekaan berfikir, menjadi insan rasional, modern, dan maju sekaligus menuding agama (baca: Islam) sebagai biang kemunduran.

Sebagian kalangan menyindir gerakan ini sebagai pubertas intelektual. Sebagian yang lain menganggapnya sebagai gerakan pembaharuan pemikiran (tajdīd). Namun, dengan pikiran jernih akan mudah ditangkap kesan bahwa gerakan pemikiran ini lebih cenderung kepada gerakan sosial-politik ketimbang wacana keilmuan biasa. Kritik mereka terhadap para sahabat Nabi Saw., ulama, sejarah Islam, tradisi, aqidah, hukum-hukum syariah yang baku, al-Qur’an mushaf Utsmani, dan ilmu Tafsirnya sangat tinggi, mengindikasikan sebuah kemarahan dan kebencian yang tidak wajar. Semangat para akademisi di perguruan tinggi Islam untuk mengkaji pemikiran Barat juga mengalahkan antusiasme mengkaji tradisi pemikiran Islam. Metodologi Barat pun secara semena-mena (tanpa daya kritis) digunakan sebagai pisau bedah untuk menganalisa dan menafsir ulang naṣṣ-naṣṣ sumber syariat dan keilmuan Islam. Alih-alih mengangkat harkat dan martabat umat, liberalisasi pemikiran Islam malah berdampak pada semakin bertambahnya jarak antara kaum Muslimin dengan sumber agamanya sendiri dan tergerusnya rasa hormat kepada otoritas keilmuan Islam.

Jika dikatakan bahwa menjadi Muslim yang rasional menjadi alasan untuk menerima liberalisme dan menepikan agama (baca: Islam) sebagai salah satu sumber kebenaran. Maka, haruskah demikian?

Incoming search terms:

  • Menjadi rasional tanpa liberal

Produk lain Buku Insists

Rp 125.000

Format Pesanketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeSAINS
Nama BarangIslamisasi Sains; Sebuah Upaya Mengislamkan Sains Barat Modern
Harga Rp 125.000
Lihat Detail
Rp 150.000

Format Pesanketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeTASH
Nama BarangTeologi dan Ajaran Shi’ah menurut Referensi Induknya
Harga Rp 150.000
Lihat Detail
Rp 105.000

Format Pesanketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeMINHAJ
Nama BarangMinhaj; Berislam dari Ritual hingga Intelektual
Harga Rp 105.000
Lihat Detail
Rp 125.000

Format Pesanketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeBSM
Nama BarangBukan Sekadar Mazhab; Oposisi dan Heterodoksi Syiah
Harga Rp 125.000
Lihat Detail
Rp 45.000 75.000

Format Pesanketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeAKPER
Nama BarangAliran Kepercayaan
Harga Rp 45.000 75.000
Anda HematRp 30.000 (40.00%)
Lihat Detail
Rp 35.000 75.000

Format Pesanketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeMIAB
Nama BarangMewujudkan Indonesia Adil dan Beradab
Harga Rp 35.000 75.000
Anda HematRp 40.000 (53.33%)
Lihat Detail
Rp 125.000

Format Pesanketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeKHAT
Nama BarangKausalitas: Hukum Alam atau Tuhan.
Harga Rp 125.000
Lihat Detail
Rp 125.000

Format Pesanketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeISSC
Nama BarangIslamic Science; Paradigma, Fakta dan Agenda
Harga Rp 125.000
Lihat Detail